Manchester United dilaporkan tengah berupaya menjadikan Mateus Fernandes sebagai rekrutan lini tengah kedua mereka pada musim panas ini. Namun, langkah tersebut terpaksa berantakan setelah Tottenham Hotspur dilaporkan merusak rencana tersebut. Berdasarkan pantauan redaksi, kegagalan ini membuat Setan Merah kini harus mengalihkan bidikan mereka ke target lain guna memperkuat sektor gelandang bertahan.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Klub raksasa Inggris tersebut dilaporkan sangat ingin mendatangkan Aurelien Tchouameni dari Real Madrid. Pemain asal Prancis itu dipandang sebagai tambahan amunisi impian bagi skuad Old Trafford. Kendati demikian, muncul keraguan besar mengenai kesediaan pihak Real Madrid untuk melepas sang gelandang pada jendela transfer musim panas ini.
Sebagai alternatif, Manchester United juga melirik gelandang Bournemouth, Alex Scott. Pemain asal Inggris tersebut baru saja menikmati musim tersuburnya di kasta tertinggi dengan mengemas tiga gol, sekaligus membantu Cherries lolos ke Liga Europa untuk pertama kalinya. Tim pemantau bakat Man United kini harus menimbang apakah akan merekrut pemain yang sudah teruji di Premier League atau mendatangkan bintang besar dari klub elite Eropa.
Departemen data United yang dipimpin oleh Michael Sansoni memiliki pengaruh besar dalam strategi transfer klub. Menurut analisis data, Elliot Anderson dan Mateus Fernandes awalnya merupakan opsi utama di Premier League untuk menggantikan Casemiro, namun keduanya dipastikan tidak akan merapat ke Old Trafford. Kini, fokus beralih pada perbandingan statistik antara Alex Scott dan Aurelien Tchouameni.
Berdasarkan data dari Who Scored, Alex Scott mencatatkan menit bermain lebih banyak daripada Aurelien Tchouameni pada musim lalu. Namun, saat berada di lapangan, Tchouameni menunjukkan performa yang lebih menjanjikan sebagai gelandang bertahan murni. Pemain Real Madrid itu menorehkan rata-rata 2,1 tekel per 90 menit dan hanya melakukan 0.9 pelanggaran, lebih unggul dibandingkan catatan statistik milik Scott.
Dalam hal akurasi operan, Tchouameni juga menunjukkan kelasnya dengan melepaskan 58 operan per pertandingan dengan tingkat keberhasilan mencapai 91,5 persen. Sebaliknya, Scott hanya mencatatkan 37,6 operan per laga dengan akurasi 84,9 persen. Catatan ini menunjukkan bahwa pemain asal Prancis tersebut memiliki ketenangan dan distribusi bola yang lebih matang di lini tengah.
Mantan manajer Real Madrid, Carlo Ancelotti, sempat memberikan pujian tinggi kepada Tchouameni setelah laga kontra Manchester City di Liga Champions. "Dia sangat kuat, bertenaga dalam duel, dan selalu berada di posisi yang sangat baik secara defensif. Dia adalah pemain yang sangat penting bagi kami karena memiliki karakteristik yang tepat," ujar Carlo Ancelotti kala itu.
Di sisi lain, Alex Scott juga mendapatkan apresiasi dari mantan pelatih kepalanya di Bournemouth yang kini menangani Liverpool, Andoni Iraola. "Dia telah bermain secara konsisten seperti ini. Saya pikir dia berada dalam performa terbaik yang pernah saya lihat selama tiga musim saya di sini," kata Andoni Iraola pada bulan Maret lalu.
Ketertarikan pada Tchouameni menunjukkan ambisi besar dari Manchester United untuk mendatangkan pemain kelas dunia. Pada usia 26 tahun, sang gelandang tengah memasuki masa keemasan dalam kariernya dan dinilai memiliki profil yang sangat tepat untuk menggantikan peran Casemiro di lini tengah.
Dari pengamatan tim redaksi, meskipun Alex Scott merupakan target yang lebih realistis, karakteristik permainannya dinilai terlalu mirip dengan Kobbie Mainoo. Memainkan Mainoo dan Scott secara bersamaan dianggap terlalu berisiko bagi pertahanan United. Oleh karena itu, Tchouameni menjadi pilihan yang paling ideal, meski kepindahannya dari Real Madrid masih menjadi tanda tanya besar.