Zona EPL Zona EPL
/home / manchester city / Enzo Maresca Resmi Kembali ke Man...
MANCHESTER CITY

Enzo Maresca Resmi Kembali ke Man City Gantikan Pep Guardiola

Enzo Maresca resmi kembali ke Manchester City sebagai suksesor Pep Guardiola

Enzo Maresca resmi kembali ke Manchester City sebagai suksesor Pep Guardiola

Ketika Manchester City menghubungi Enzo Maresca menjelang akhir tahun 2025, pelatih asal Italia tersebut tentu saja langsung merasa tertarik. Menggantikan posisi Pep Guardiola mungkin menjadi sebuah tugas yang sangat berat, namun Maresca memiliki pengalaman langsung mengenai kualitas dan stabilitas yang ditawarkan oleh klub, menjadikan kursi kepelatihan di Etihad Stadium sebagai salah satu yang terbaik dalam dunia sepak bola.

Berdasarkan pantauan redaksi, Maresca sebenarnya menyadari bahwa pembicaraan awal tersebut belum bersifat konkret. Manchester City memang kerap melakukan kontak penjajakan dengan beberapa pelatih dalam satu dekade terakhir, namun komunikasi tersebut sering kali berakhir tanpa hasil karena pilihan utama mereka, Pep Guardiola, selalu memutuskan untuk bertahan lebih lama.

Adanya klausul khusus dalam kontraknya membuat Maresca harus melaporkan kepada Chelsea bahwa City dan Juventus telah mengajukan ketertarikan. Pada saat yang sama, ia sempat membuka peluang untuk menandatangani kontrak baru di Stamford Bridge setelah berhasil mempersembahkan dua trofi pada musim perdananya. Namun, hanya berselang beberapa minggu kemudian, ia justru meninggalkan klub pada Tahun Baru. Menurut laporan yang dihimpun, proses kepergian tersebut berjalan cukup rumit hingga membutuhkan waktu satu bulan bagi City dan biaya sekitar 17 juta poundsterling untuk merampungkannya.

Nilai pelepasan yang besar tersebut tampaknya tidak menjadi masalah bagi manajemen Manchester City demi mendapatkan tanda tangan sang pelatih idaman. Dari pengamatan tim redaksi, Maresca dipandang sebagai salah satu dari sedikit pelatih di dunia yang dinilai mampu meneruskan warisan Guardiola di Etihad Stadium.

Sebelum kesepakatan ini tercapai, AC Milan dilaporkan sempat menggelar diskusi mendalam dengan Maresca dan optimistis bisa memboyongnya ke San Siro. Kendati demikian, ketika tawaran konkret dari Manchester City akhirnya datang, Maresca sama sekali tidak ragu untuk memilih kembali ke klub yang pernah membesarkan namanya tersebut.

Maresca sendiri sudah menarik perhatian manajemen City sejak ia menjabat sebagai pelatih tim Under-21 pada tahun 2020. Keputusannya untuk pindah dari Amalfi Coast di tengah situasi pandemi demi melatih di City Football Academy menunjukkan komitmen yang luar biasa. Kerja kerasnya selama satu musim yang membuahkan trofi dengan gaya permainan menghibur serta keberhasilan mengembangkan pemain muda langsung memikat hati Pep Guardiola dan Direktur Olahraga Txiki Begiristain.

Kemampuan Maresca dalam memimpin juga diakui oleh para mantan anak asuhnya. Kiernan Dewsbury-Hall sempat memuji metode Maresca yang tanpa lelah membantu skuad Leicester City memahami taktik di lapangan hingga berhasil promosi dari Championship. Sementara itu, Enzo Fernandez dan Marc Cucurella juga sempat menyuarakan dukungan mereka saat Maresca bersiap meninggalkan Chelsea awal tahun ini.

Manchester City tampaknya sudah mengantisipasi masa transisi ini agar tidak mengalami kemunduran seperti yang dialami Manchester United pasca-pensiunnya Sir Alex Ferguson. City fokus mencari pelatih yang dapat beradaptasi dengan sistem yang sudah mapan, bukan seseorang yang memaksakan egonya sendiri.

Menurut seorang pejabat senior Manchester City, tantangan terbesar adalah bagaimana sistem klub dapat fleksibel menerima pelatih baru, dan sebaliknya pelatih baru tersebut juga harus bisa beradaptasi dengan sistem klub. Maresca dinilai sebagai sosok yang tepat untuk memenuhi kriteria tersebut. Kini, pria yang gemar bermain catur itu memikul tanggung jawab besar untuk menguji taktiknya dalam pekerjaan paling menantang di sepak bola elite sebagai penerus Guardiola.

Koresponden Sepak Bola Eropa

Gavin membawa perspektif kontinental ke sepak bola Inggris. Setelah tinggal di Spanyol, Jerman, dan Italia, ia memahami nuansa taktik yang membedakan setiap liga. Kini berbasis di London, ia meliput bagaimana klub-klub Premier League bersaing di panggung Eropa, dengan fokus khusus pada transfer, analisis Liga Champions, dan pasar sepak bola global.