Dua legenda hidup Manchester United, Gary Neville dan Roy Keane, terlibat dalam perdebatan sengit mengenai kegagalan tim nasional Inggris di Piala Dunia. Langkah anak asuh Thomas Tuchel harus terhenti di babak semifinal setelah menelan kekalahan tipis 1-2 dari Argentina pada pertandingan hari Rabu malam.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan jalannya pertandingan, skuad Three Lions sebenarnya sempat unggul terlebih dahulu lewat gol Anthony Gordon di awal babak kedua. Namun, asa Inggris untuk melaju ke partai final sirna seketika setelah Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez mencetak gol balasan yang membalikkan keadaan sekaligus mengunci tiket final bagi Argentina untuk menantang Spanyol.
Menurut pantauan redaksi dari tayangan Stick to Football, ketegangan antara kedua pengamat sepak bola ini bermula ketika Gary Neville mempertanyakan keputusan taktis Thomas Tuchel. Neville menilai sang manajer seharusnya menginstruksikan pemain seperti Nico O'Reilly untuk melakukan penjagaan ketat (man-marking) secara khusus guna menghentikan pergerakan Lionel Messi di sektor sayap.
"Untuk beberapa alasan, dia tidak menginstruksikan Nico O'Reilly untuk terus menempel Messi saat dia turun ke sayap. Jaga dia secara ketat, dan ketika dia bergerak ke luar, paksa dia untuk kembali ke area tengah karena jika dia ke tengah, dia tidak bisa melepaskan umpan silang," ujar Neville memberikan analisisnya.
Pendapat tersebut langsung dibantah keras oleh Roy Keane yang menilai argumen tersebut tidak realistis dalam sepak bola modern. "Dengarkan dirimu sendiri, tenanglah sedikit. Apakah kamu pikir tim-tim lain tidak mencoba melakukan hal itu selama 20 tahun terakhir? Sepak bola tidak semudah itu, kamu tidak bisa hanya berdiri di samping seseorang terus-menerus," balas Keane dengan nada tinggi.
Meskipun sempat ditengahi oleh mantan striker timnas Inggris, Ian Wright, perdebatan tetap berlangsung panas. Neville bersikeras bahwa aliran bola kepada megabintang Argentina tersebut seharusnya bisa diantisipasi, sementara Keane menegaskan bahwa gol pertama Argentina lahir dari skema sepak pojok akibat hilangnya konsentrasi para pemain, bukan karena kegagalan menjaga ruang gerak Messi.
Dari pengamatan tim redaksi, kekalahan menyakitkan ini memaksa Inggris harus puas memperebutkan tempat ketiga melawan Prancis pada Sabtu malam mendatang. Pertandingan perebutan medali perunggu ini sekaligus akan menjadi laga penutup bagi perjalanan impresif Harry Kane dan kolega di turnamen akbar kali ini.