Mantan kapten Manchester United, Gary Neville, memberikan pandangan yang sangat jujur sekaligus tajam mengenai performa Lisandro Martinez bersama tim nasional Argentina. Komentar brutal tersebut dilontarkan setelah sang bek membantu negaranya meraih kemenangan dramatis di babak 16 besar Piala Dunia yang berlangsung di Atlanta.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan jalannya pertandingan, Argentina sempat tertinggal dua gol di babak kedua sebelum akhirnya bangkit dan menyudahi perlawanan Egypt dengan skor tipis 3-2. Tiga gol kemenangan tim Tango masing-masing dicetak oleh Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez untuk mengamankan tiket ke babak perempat final.
Menurut laporan ITV, Lisandro Martinez diturunkan sejak menit awal untuk mengawal lini pertahanan bersama bek Tottenham Hotspur, Cristian Romero. Penampilan Martinez di laga ini menjadi kelanjutan tren positifnya setelah pada pertandingan sebelumnya sukses menyumbang gol saat Argentina mengandaskan Cape Verde dengan skor 3-2.
Meskipun berhasil membawa Argentina lolos, Gary Neville menyoroti gaya bermain Martinez dan Romero yang dinilai sangat berisiko tinggi. "Anda melihat Cristian Romero dan Lisandro Martinez, mereka adalah duet bek tengah terbaik sekaligus terburuk di dunia. Mereka terus-menerus membiarkan gol tercipta, tetapi mereka tidak peduli karena mereka bisa membalasnya dengan mencetak gol di lini depan," ujar Neville saat memandu analisis pascapertandingan.
Dari pantauan redaksi, Neville juga memuji mentalitas pantang menyerah yang ditunjukkan oleh kedua pemain bertahan tersebut di saat Argentina berada dalam posisi tertekan. Neville menambahkan bahwa karakter kuat dan semangat juang yang tinggi membuat Martinez dan Romero selalu mampu menjadi pembeda di momen-momen krusial pertandingan.
Di sisi lain, pengamatan tim redaksi di studio yang sama menunjukkan legenda United lainnya, Roy Keane, justru lebih fokus memberikan pujian khusus pada pergerakan Romero saat mencetak gol penyama kedudukan. Keane menilai penempatan posisi bek tersebut sudah setara dengan penyerang kelas atas yang mampu memanfaatkan kelemahan garis pertahanan tinggi lawan.