Kiper Manchester United, Senne Lammens, berada dalam posisi bersalah menyusul kekalahan tragis 1-2 yang dialami Belgia dari Spanyol pada babak perempat final Piala Dunia. Berdasarkan laporan, sejumlah media Belgia memberikan reaksi yang beragam atas kegagalan tersebut, di mana beberapa pihak memberikan kritik yang sangat keras.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dalam laga yang berlangsung di Los Angeles, juara bertahan Eropa, Spanyol, berhasil unggul terlebih dahulu lewat gol Fabian Ruiz pada menit ke-30 setelah memanfaatkan bola muntah. Namun sebelum babak pertama usai, skuad asuhan Rudi Garcia mampu menyamakan kedudukan melalui sundulan Charles De Ketelaere, yang sekaligus menjadi gol pertama yang bersarang di gawang Spanyol sepanjang turnamen ini.
Petaka bagi Belgia datang pada menit ke-71 ketika kiper utama mereka, Thibaut Courtois, terpaksa ditarik keluar sambil menangis karena mengalami cedera. Senne Lammens kemudian masuk menggantikan penjaga gawang Real Madrid tersebut. Pertandingan tampaknya akan berlanjut ke babak perpanjangan waktu sebelum sebuah momen krusial terjadi di menit ke-88.
Dari pantauan redaksi, tendangan jarak jauh dari bek Spanyol, Pau Cubarsi, gagal diantisipasi dengan sempurna oleh Lammens. Bola yang terlepas langsung disambar oleh gelandang Arsenal, Mikel Merino, untuk memastikan kemenangan Spanyol. Akibat kesalahan fatal ini, langkah Belgia harus terhenti, sementara Spanyol melaju ke babak semifinal untuk menghadapi Prancis.
Media Belgia, Le Soir, memberikan ulasan yang sangat menusuk terkait performa Lammens. "Saya merasa muak karena kami harus pulang akibat gol seperti itu," tulis salah seorang pakar mereka dalam laporan utamanya. Kritikus tersebut menambahkan bahwa tanpa kesalahan dari Lammens, Belgia masih memiliki peluang besar di babak perpanjangan waktu, sembari menyoroti performa sang kiper yang dinilai kurang andal sejak masih bermain di Royal Antwerp hingga kepindahannya ke Manchester United.
Di sisi lain, media daring Sporza memilih pendekatan yang lebih simpatik meski tetap menyoroti kesalahan pada menit akhir tersebut. Menurut pengamatan mereka, suasana di Los Angeles dipenuhi kesedihan yang mendalam dari para pemain, keluarga, dan pendukung Red Devils. Sporza menyatakan bahwa Lammens memiliki masa depan yang panjang dan indah, namun momen menyakitkan di bawah sorotan dunia ini tampaknya akan membekas dalam waktu yang cukup lama bagi kiper muda tersebut.