Manchester City kini menghadapi tantangan baru dalam menyusun kekuatan skuad menjelang musim kompetisi mendatang. Di bawah kendali manajer anyar, Enzo Maresca, klub berjuluk "The Citizens" tersebut tidak bisa sembarangan mendatangkan bintang baru karena terikat regulasi ketat mengenai kuota pemain lokal (homegrown) yang diterapkan oleh UEFA dan Premier League.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan dari jurnalis Simon Bajkowski, Enzo Maresca sebenarnya sudah memiliki kerangka tim utama yang diisi oleh nama-nama seperti Erling Haaland, Nico O'Reilly, Rayan Cherki, Jeremy Doku, hingga Josko Gvardiol. Kendati demikian, ketidakpastian masa depan melanda sejumlah pilar penting lainnya seperti Savinho dan Rodri, yang memaksa manajemen untuk bergerak aktif di lantai bursa.
Menurut analisis yang berkembang, salah satu fokus utama Manchester City adalah menyeimbangkan kepergian para pemain binaan asosiasi dan klub. Kepergian Bernardo Silva serta potensi hengkangnya John Stones, James Trafford, dan Rico Lewis di musim panas ini secara otomatis membuka ruang kosong sekaligus mengurangi jumlah pemain lokal dalam skuad resmi mereka.
Dari pantauan redaksi, untuk menyiasati hal tersebut, Manchester City mulai membidik beberapa nama yang memenuhi kualifikasi homegrown, seperti Antoine Semenyo dan Marc Guehi. Selain itu, Elliot Anderson dijadwalkan akan segera merapat ke Etihad Stadium guna mengisi salah satu slot kosong yang ditinggalkan pemain sebelumnya.
Regulasi UEFA untuk Liga Champions dikenal jauh lebih ketat dibandingkan Premier League karena tidak memberikan pengecualian otomatis bagi pemain di bawah usia 21 tahun (U-21) yang bukan homegrown. Hal ini berarti talenta muda seperti Vitor Reis, Claudio Echeverri, dan Sverre Nypan harus didaftarkan ke dalam kuota 17 pemain non-homegrown jika mereka tetap bertahan di tim utama musim ini.