Satu tahun lalu, Ruben Dias merasa sangat percaya diri bahwa dirinya dan Manchester City telah berhasil melewati masa-masa sulit. Bek asal Portugal yang dikenal vokal ini sempat menilai performa mengecewakan pada musim 2024/25 hanyalah konsekuensi yang harus dibayar setelah rentetan kemenangan beruntun, sebelum akhirnya bersiap untuk kembali ke level tertinggi.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Prediksi Ruben Dias mengenai performa tim sebagian besar terbukti tepat, di mana Manchester City berhasil mengamankan dua trofi domestik dan bersaing ketat dalam perebutan gelar Premier League hingga pekan terakhir. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, satu-satunya kekecewaan terbesar Manchester City hanyalah kegagalan di Liga Champions sebelum manajer legendaris Pep Guardiola mengucapkan perpisahan yang emosional.
Namun, situasi yang sama belum tentu berlaku bagi sang bek secara individu. Menurut catatan tim medis, Ruben Dias terpaksa dimainkan secara berlebihan pada paruh pertama musim lalu karena kualitas kepemimpinannya sangat dibutuhkan oleh Pep Guardiola, meskipun sang manajer telah diperingatkan mengenai risiko kelelahan fisik sang pemain hingga akhirnya ia mengalami cedera parah pada Januari.
Dari pantauan redaksi, Ruben Dias sempat melakukan comeback singkat, tetapi ia kembali ditarik keluar akibat cedera lain saat menghadapi Real Madrid di leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Setelah insiden tersebut, pemain berusia 29 tahun itu menghabiskan lima pertandingan terakhir musim hanya duduk di bangku cadangan meskipun sudah kembali ke dalam skuad.
Masalah kebugaran ini berlanjut hingga tingkat internasional, di mana cedera minor membuatnya absen dari laga pembuka timnas Portugal di Piala Dunia. Kendati ia diproyeksikan tampil pada laga kedua melawan Uzbekistan, musim panas ini menjadi momen krusial bagi sang bek untuk membuktikan bahwa masalah cederanya tidak akan berkepanjangan seperti yang pernah dialami rekan setimnya, John Stones.
Selain memulihkan kondisi fisik, Ruben Dias kini harus memikirkan lingkungan terbaik demi menjaga kariernya tetap berada di puncak. Di bawah asuhan manajer baru Enzo Maresca, Manchester City menawarkan peluang besar bagi dirinya untuk menjadi pemimpin baru dan memegang ban kapten seiring dengan kepergian Bernardo Silva.
Di sisi lain, spekulasi transfer mulai berkembang setelah akhir musim lalu tidak berjalan sesuai rencana. Berdasarkan laporan internal klub, sahabat karibnya, Bernardo Silva, telah resmi hengkang ke Real Madrid untuk bekerja di bawah asuhan Jose Mourinho. Faktor ini disinyalir bisa menggoda Ruben Dias jika Real Madrid mengajukan tawaran serius kepada Manchester City.
Persaingan di lini belakang Manchester City juga semakin memanas demi memperebutkan tempat utama. Nama-mana seperti Abdukodir Khusanov yang membela Uzbekistan, Marc Guehi bersama Inggris, serta Josko Gvardiol di timnas Kroasia terus menunjukkan performa impresif selama jeda internasional ini.
Dengan ketatnya persaingan dan adanya ketertarikan dari klub raksasa Spanyol, Ruben Dias kini harus segera menjawab keraguan publik. Sang bek tangguh harus menentukan apakah ia mampu kembali ke performa terbaiknya dan apakah ia masih berkomitmen untuk melakukan hal tersebut di Etihad Stadium.