Keluarga Lewis dilaporkan telah menyuntikkan dana segar sebesar 100 juta pounds ke Tottenham Hotspur. Langkah ini diambil oleh pihak pemilik demi memberikan sokongan finansial yang kuat bagi klub asal London Utara tersebut untuk mencapai level tertinggi baru di bawah asuhan pelatih kepala yang ambisius, Roberto De Zerbi.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, Spurs berambisi kuat untuk menghapus memori kelam setelah finis di peringkat ke-17 dalam dua musim berturut-turut di Premier League. Vivienne Lewis beserta sang menantu, Nick Beucher, yang menjadi sosok paling menonjol dalam kepemilikan klub, sempat menegaskan komitmen mereka di akhir musim lalu bahwa "tindakan akan berbicara lebih keras daripada kata-kata".
Menurut laporan dari football.london, suntikan dana ini murni berupa investasi baru melalui perusahaan investasi ENIC dan bukan berupa pinjaman utang. Ini merupakan tambahan modal setelah sebelumnya keluarga Lewis juga telah memasukkan dana dengan nominal serupa, yakni 100 juta pounds, pada bulan Oktober silam guna memastikan CEO Vinai Venkatesham memiliki kekuatan finansial yang memadai.
Dari pengamatan tim redaksi, dana segar ini diproyeksikan untuk modal awal dalam menebus target transfer besar yang pembayarannya biasa dicicil. Mantan ketua Spurs, Daniel Levy, kabarnya juga telah diundang untuk menambah porsi sahamnya secara proporsional agar persentase kepemilikannya di klub tidak mengalami dilusi akibat investasi baru ini.
Tottenham Hotspur sendiri terpantau bergerak sangat aktif pada bursa transfer kali ini dengan sukses mengamankan bek Jan Paul van Hecke seharga 52 juta pounds dari Brighton, serta merekrut Andy Robertson, Marcos Senesi, dan Martin Dubravka secara gratis. Setelah memperkuat lini belakang, Spurs kini tengah mengadakan pembicaraan intensif untuk memboyong gelandang Newcastle seharga 100 juta pounds, Sandro Tonali, serta bintang West Ham, Mateus Fernandes.
Dalam sebuah pernyataan resmi pasca berakhirnya musim, keluarga Lewis sempat menyampaikan permohonan maaf kepada para penggemar setia klub. "Finis di peringkat ke-17 dalam musim ini dan musim lalu tidak mencerminkan status atau potensi klub sepak bola ini. Kami sangat kecewa dan merasakan frustrasi yang sama dengan Anda," tulis perwakilan keluarga Lewis.
Pihak pemilik juga menegaskan komitmen jangka panjang mereka untuk membangun kembali klub dan tidak memiliki rencana untuk menjual kepemilikan saham. Pihak manajemen memastikan bahwa proses rekonstruksi besar-besaran di tubuh skuad berjuluk The Lilywhites tersebut kini telah resmi dimulai demi mengembalikan permainan sepak bola yang berani dan atraktif.