Manchester City kembali menunjukkan dominasinya atas Chelsea baik di dalam maupun di luar lapangan hijau. Berdasarkan pantauan redaksi, kepindahan manajer Enzo Maresca ke kubu Manchester City diiringi dengan kesepakatan kompensasi bernilai fantastis. Chelsea dilaporkan menuntut setidaknya £17 juta atau sekitar Rp356 miliar sebagai bagian dari klausul pelepasan sang juru taktik yang pernah membawa mereka menjadi juara dunia setahun lalu.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut laporan dari jurnalis Simon Bajkowski, nominal tersebut sekilas tampak sebagai kemenangan finansial bagi kubu Stamford Bridge. Namun, dari pengamatan tim redaksi, kehilangan pelatih sekaliber Maresca justru menjadi kerugian besar bagi Chelsea dalam jangka panjang. Ketidakstabilan internal membuat Chelsea kehilangan momentum, bahkan mereka harus absen dari kompetisi Eropa musim depan akibat merosotnya performa tim setelah memecat suksesor Maresca.
Berdasarkan analisis situasi tersebut, Manchester City di bawah kepemimpinan Pep Guardiola memang sangat selektif dalam memilih suksesor jangka panjang. Nama Enzo Maresca masuk ke dalam daftar sangat pendek berisi tidak lebih dari enam pelatih yang dinilai layak memimpin era baru di Stadion Etihad. Manajemen Manchester City pun tanpa ragu menebus biaya pelepasan tersebut demi mengamankan tanda tangan sang pelatih idola.
Pengeluaran sebesar £17 juta untuk seorang manajer memang tergolong sangat tinggi, namun bagi klub sekelas Manchester City, hal ini bukanlah rutinitas yang sering terjadi. Sebaliknya, dari pantauan redaksi, Chelsea justru terkenal sangat boros dalam urusan bongkar pasang manajer, seperti saat membayar £20 juta untuk merekrut Graham Potter lalu memberikan pesangon £13 juta ketika memecatnya kurang dari setahun kemudian.
Jika Enzo Maresca mampu memenuhi ekspektasi tinggi publik Manchester dan mempertahankan standar prestasi klub, investasi besar ini akan terasa sangat murah. Pada akhirnya, menurut para pengamat sepak bola, Chelsea-lah yang harus menanggung kerugian jangka panjang dari drama transfer yang sangat mahal dan penuh friksi ini.