Kiper muda Manchester City James Trafford akhirnya angkat bicara mengenai masa depannya di Etihad Stadium. Pemain berusia 23 tahun tersebut mengakui bahwa dirinya harus meninggalkan Manchester City atau menggeser posisi Gianluigi Donnarumma demi memenuhi ambisinya menjadi penjaga gawang utama tim nasional Inggris. Saat ini, dari pengamatan tim redaksi, Trafford sedang fokus membela negaranya di ajang World Cup di bawah asuhan Thomas Tuchel, namun posisinya masih berada di bawah bayang-bayang Jordan Pickford.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →James Trafford sejatinya berharap bisa bersaing ketat untuk posisi nomor satu Inggris ketika memutuskan pindah ke Manchester City pada musim panas lalu. Namun, rencana tersebut berantakan setelah Pep Guardiola mendatangkan Gianluigi Donnarumma di akhir bursa transfer, yang otomatis membuat mantan pemain Burnley itu terlempar menjadi pilihan kedua. Menurut catatan performa, Trafford sebenarnya tampil mengesankan saat mengawal gawang City hingga meraih dua trofi domestik musim lalu.
Berdasarkan situasi internal terkini, posisi Trafford di klub sangat bergantung pada keputusan manajer baru, Enzo Maresca. Jika suksesor Pep Guardiola tersebut tetap memprioritaskan Gianluigi Donnarumma, maka jalan terbaik bagi kiper asal Cumbria ini adalah angkat kaki. Situasi ini langsung dimanfaatkan oleh Newcastle United yang dilaporkan kembali tertarik dan sudah membuka komunikasi dengan pihak Manchester City.
Menurut laporan bursa transfer, Newcastle United bersedia menebus sang kiper dengan mahar sekitar 40 juta poundsterling. Manajemen Manchester City sendiri berniat mencari keuntungan dari penjualan ini setelah menebusnya kembali seharga 27 juta poundsterling setahun lalu. Dari pantauan redaksi, kesepakatan bernilai tinggi tersebut sangat realistis mengingat Trafford masih memiliki sisa kontrak sepanjang empat tahun.
James Trafford mengakui tantangan berat yang ia hadapi selama semusim terakhir karena minimnya menit bermain di kompetisi reguler. Kepada media, ia menyatakan, "Sejarah mengatakan demikian. Belum pernah ada penjaga gawang utama di negara top yang bukan merupakan pilihan utama di klubnya. Musim lalu sangat menantang, tetapi jika melihat ke belakang, saya belajar banyak hal dan berkembang pesat."
Meskipun diterpa rumor kepindahan ke Newcastle United, Trafford menegaskan bahwa dirinya baru akan mengambil keputusan final setelah pergelaran World Cup berakhir. Pemain bertalenta ini menambahkan, "Saya tahu setiap kali saya dimainkan, saya harus tampil maksimal. Selama Anda memberikan performa terbaik, maka segala hal lain akan terurus dengan sendirinya."