Arsenal secara resmi mengonfirmasi kepergian bek mereka, Jakub Kiwior, ke klub raksasa Portugal, FC Porto. Kepindahan pemain asal Polandia tersebut terjadi setelah kesepakatan pinjaman sebelumnya kini diubah menjadi transfer permanen dengan nilai mencapai 14,9 juta poundsterling. Berdasarkan pantauan redaksi, kesepakatan ini juga mencakup klausul bagi hasil penjualan di masa depan (sell-on clause) serta beberapa bonus performa tambahan.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Keputusan Arsenal melepas Kiwior tidak lepas dari keberhasilan mereka mempermanenkan bek Piero Hincapie dari Bayer Leverkusen senilai 34,5 juta poundsterling musim panas ini. Menurut laporan internal, struktur transfer Kiwior ke Porto memiliki skema finansial yang serupa dengan kesepakatan penandatanganan Hincapie pada tahun lalu.
Selama berseragam Arsenal, Jakub Kiwior dikenal sebagai bek serbabisa yang dominan di sisi kiri. Tim redaksi mengamati bahwa momen terbaik Kiwior terjadi pada musim 2024/25 saat ia sukses menggantikan peran Gabriel Magalhaes yang cedera. Pengamatan tim redaksi mencatat performa impresifnya kala membantu Arsenal menyingkirkan Real Madrid di perempat final UEFA Champions League dengan agregat kemenangan telak 5-1.
Namun, persaingan di lini belakang Arsenal yang kian sesak membuat posisi Kiwior tergeser. Kedatangan bek tangguh Riccardo Calafiori dan Cristhian Mosquera, ditambah dengan melejitnya performa pemain muda Myles Lewis-Skelly di posisi bek kiri, membuat kesempatan bermain bagi pemain berusia 26 tahun tersebut menjadi sangat terbatas.
Dalam sebuah wawancara dengan media Polandia Łączy Nas Piłka, Kiwior mengungkapkan proses diskusinya dengan manajer Arsenal, Mikel Arteta. "Percakapan awal ketika saya meminta untuk dipinjamkan terasa lebih sulit. Saya belum pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya, tetapi saya merasa waktunya telah tiba untuk berbicara langsung dengannya secara tatap muka. Dia memahami saya dan memberikan dukungannya," ujar Kiwior.
Dari analisis jadwal kompetisi Eropa, Jakub Kiwior berpeluang besar untuk langsung berhadapan dengan mantan klubnya di ajang UEFA Champions League musim ini. Hal ini terjadi karena Arsenal dipastikan menempati Pot 1, sementara FC Porto berada di Pot 2 dalam undian fase grup mendatang.