Pemain sayap Arsenal, Noni Madueke, dinilai telah menyia-nyiakan kesempatan emas untuk membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi pelapis sepadan bagi Bukayo Saka, baik di level domestik maupun internasional. Berdasarkan pantauan redaksi pada pertandingan terbaru Timnas Inggris melawan Ghana, performa Madueke dinilai jauh dari ekspektasi dalam laga penting fase grup Piala Dunia tersebut yang berakhir dengan skor imbang tanpa gol.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dari pengamatan tim redaksi yang memantau jalannya laga di Gillette Stadium, Noni Madueke dan Anthony Gordon tampil kurang menjanjikan di sektor sayap. Strategi bertahan ketat dan penumpukan pemain di lini tengah yang diterapkan oleh pelatih Ghana, Carlos Queiroz, berhasil mematikan aliran bola sehingga suplai menuju Harry Kane dan Jude Bellingham menjadi sangat terbatas.
Sebelum akhirnya digantikan pada babak kedua, kedua pemain sayap tersebut gagal menemukan celah untuk membongkar pertahanan rapat Ghana. Dengan tertutupnya jalur operan ke lini depan serta padatnya ruang di area setengah lapangan, mereka sejatinya dituntut untuk menciptakan solusi kreatif, namun hal tersebut gagal diwujudkan hingga waktu pergantian pemain tiba.
Menurut data statistik dari Opta, dari momen ketika mantan pemain Chelsea tersebut meninggalkan lapangan pada menit ke-83, Inggris justru mampu menghasilkan nilai Expected Goals atau xG yang sama besar (0,68) hanya dengan jumlah percobaan yang jauh lebih sedikit dibandingkan waktu sebelumnya. Meskipun Marcus Rashford dan Bukayo Saka yang masuk sebagai pengganti juga gagal memecah kebuntuan, perbedaan kelas di antara mereka tetap terlihat sangat jelas.
Menurut catatan performa musim lalu, ini bukan pertama kalinya Noni Madueke tampil mengecewakan saat menggantikan peran rekan setimnya di Arsenal tersebut. Pemain berusia 24 tahun yang didatangkan The Gunners dari Chelsea dengan nilai transfer fantastis mencapai 52 juta Poundsterling pada musim panas lalu itu dinilai tampil kurang memuaskan sepanjang musim debutnya di London Utara.
Berdasarkan pengamatan pengamat sepak bola, performa Madueke tidak memberikan ketajaman lini serang seperti yang diharapkan oleh Direktur Olahraga Andrea Berta saat pertama kali memutuskan untuk membeli winger dengan harga mahal tersebut. Sepanjang musim, ia tercatat tampil sebanyak 43 kali di semua kompetisi bersama Arsenal, namun hanya mampu menyumbang delapan gol dan empat assist.
Kehadiran Madueke pada awalnya diproyeksikan untuk meringankan beban kerja dari Bukayo Saka, namun performanya yang belum konsisten justru membuat Saka tetap harus memainkan jumlah pertandingan yang sangat padat. Situasi ini dinilai berisiko menguras stamina sang bintang utama dalam jangka panjang jika tidak segera dicarikan solusi terbaik.
Jika Mikel Arteta ingin menjaga kondisi kebugaran sang pemain lulusan akademi Hale End tersebut tetap prima, terlebih dalam misi mempertahankan gelar Premier League dan bersaing di Champions League, Arsenal wajib mendatangkan sayap kanan pelapis yang baru. Hingga saat ini, Madueke dinilai belum mampu tampil stabil di level tertinggi secara konsisten sepanjang musim kompetisi.
Berdasarkan analisis situasi terkini, kecuali mantan pemain Chelsea tersebut mampu menunjukkan peningkatan performa dan efektivitas permainan yang signifikan dalam waktu dekat, Andrea Berta dipastikan harus melakukan pembicaraan yang cukup canggung dengan sang manajer Mikel Arteta mengenai langkah terbaik dalam mencari pelapis yang mumpuni bagi posisi Bukayo Saka.