Pelatih kepala Manchester United Women, Marc Skinner, menilai bahwa tim-tim rival di Women's Super League (WSL) terlalu banyak memberikan ruang tembak bagi penyerang Manchester City, Bunny Shaw, di dalam kotak penalti. Menurut Skinner, menghentikan keleluasaan bergerak pemain asal Jamaika tersebut akan menjadi bagian penting dari rencana taktis Setan Merah untuk meredam ancaman Manchester City pada laga sore ini.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Pertandingan bertajuk derby Manchester yang mempertemukan dua tim teratas WSL ini akan digelar di Stadion Old Trafford pada hari Sabtu. Berdasarkan pantauan redaksi, Manchester City saat ini memimpin klasemen dengan keunggulan delapan poin dari Manchester United yang membayangi di posisi kedua, sehingga kemenangan dalam laga ini akan membawa The Blues selangkah lebih dekat menuju tangga juara.
Ketajaman Bunny Shaw menjadi salah satu kunci kesuksesan performa impresif Manchester City sepanjang musim ini. Penyerang berusia 29 tahun tersebut tercatat telah mengemas 18 gol dari 18 pertandingan WSL, termasuk torehan hat-trick luar biasa saat membawa timnya menang telak 5-2 atas Tottenham Hotspur pada pertandingan sebelumnya.
Menanggapi ancaman nyata dari lini serang lawan, Marc Skinner menjelaskan strateginya untuk mengawal sang bomber. "Sejujurnya, saya pikir Anda harus menjaganya sejak awal di dalam kotak penalti karena saya melihat banyak tim yang memberinya terlalu banyak ruang," ujar Skinner menjelang pertandingan.
Skinner juga menambahkan bahwa Manchester City memiliki deretan pesepak bola yang fantastis, namun timnya harus tampil cerdik dan taktis di lapangan. Menurut pengamatan tim redaksi, Skinner menekankan pentingnya aspek ketahanan mental ketika lawan mulai menciptakan peluang, sekaligus mencari celah untuk melakukan serangan balik yang mematikan.
Berdasarkan catatan pertemuan sebelumnya, Manchester United mampu unggul dalam penguasaan bola meski hanya memiliki waktu pemulihan yang sangat singkat selama dua hari. Oleh karena itu, Skinner menegaskan bahwa selain bertahan dengan solid, penguasaan bola yang efektif untuk melukai pertahanan lawan akan menjadi kunci keseimbangan permainan timnya.
Di sisi lain, laga ini menjadi bagian dari pekan yang sangat krusial bagi sejarah Manchester United. Berbeda dengan Manchester City yang fokus di liga domestik, Manchester United baru saja menelan kekalahan tipis 3-2 dari Bayern Munich dalam kompetisi Champions League di Old Trafford pada Rabu malam, yang membuat mereka harus berjuang keras pada leg kedua di Allianz Arena pekan depan.